twitter


di balik batu, katak Abu dan kadal Gota sedang rusuh. hanya terdengar gumaman seru yang ditingkahi dengan gerakan dan ekspresi yang menggebu-gebu.
"Iya. krukrok. benar. krukrok. dia seharusnya diusir segera dari sini. krukrok. lihat saja tingkahnya kemarin-kemarin. krukrok. sudah seperti orang kehilangan akal pikir saja.krukrok."
kadal Gota menambahkan,"Benar. bzzz. kita harus segera usul diadakan rapat rahasia untuk mengurus persoalan ini. bzzz. ini bukan masalah sepele.bzzz."
dan mereka masih terus grusa-grusu. membisikkan kepada ilalang. hingga sampai ke telinga teratai. dan dari teratai, mengalun dihembus angin sepoi-sepoi sampai juga menjadi mimpi di setiap warga danau Dewaruci itu.
dan terakhir, ranting yang bergemeletak menyampaikan kabar ini kepada si tujuan berita, lintah Sowa.
"Hah? Sssp. Berita macam apa itu? SSp. kau dengar dari siapa?Sssp." tanyanya gusar pada cacing Hemi.
"Ti-ti-dak, ta-ta-hu, So-so." cacing Hemi mengkeret.
'Ah, payah kamu. Ssp. Aku mau menghadap pimpinan klan Dewaruci. Ssp." geramnya sambil membuka mulutnya lebar-lebar, lalu bergegas pergi.


***
seminggu sebelumnya, tepatnya, seminggu jua setelah gumaman rahasia antara katak Abu dan Kadal Gota terjadi, berita itu sampai juga di telinga pimpinan klan Dewaruci, biawak Woshu. dan karena sebab itu, katak Abu dan kadal Gota dipanggil menghadap.
"Apa-apaan kalian, wahai kalian binatang jalang?? omongan kalian bahkan lebih berani dari para tetua dan aku yang lebih-lebih beroleh kuasa berkata demikian!" semburnya kepada dua hewan penduduknya.
katak Abu dan kadal Gota berpandangan, lalu saling melotot, dan saling mendesis,"Kamu yang ngomong."
"Kamu saja."
"Kamu saja."
"kamu."
tak habis-habis. sampai biawak Woshu berteriak."Mau jadi apa kalian ini?? di negeri Dewaruci, tidak ada istilah lempar batu sembunyi tangan. kalian berdua yang berkata, kalian yang menerima getahnya."
biawak Woshu memanggil punggawanya, belalang sembah Hogi."Panggilkan tetua keong Phaos. suruh menghadap segera. akan ada rapat kalangan dalam."
sembari menunggu, biawak Wusho memelototi kedua penduduknya yang ceroboh itu. sementara yang dipelototi hanya menundukkan kepala. entah apa yang ada dalam benak ketiga makhluk itu saat ini. mencerca kah, menyalahkan siapa, atau malah memikirkan mau makan apa malam ini.
lama kemudian, karena tetua keong Phaos memang benar-benar sudah tua, sesuai namanya. umurnya sudah melebihi umur keong pada lazimnya. dan kedatangannya mengundang khidmat dan aroma kedamaian. pembawaannya yang bijaksana menebar desau takzim.
***
bersambung

Don't Ever Forget Why You were Born to This World!

Remember Your Creator, Your Majesty, Your Almighty, Your God, ALLAH in every single second you have. .