twitter


5 April 2010
Kemarin di facebook ada yang bertanya, akun banyak mau buat apa dek?
Saat itu aku jawab, tidak tahu. Suka aja punya akun banyak. Sebenarnya tidak demikian alasanku.
Sampai di kamar, terus kupikirkan mengapa aku suka memiliki banyak akun. Jawabannya, ternyata esensi diriku menginginkan ada HORCRUX. Seperti cerita Harry Potter, Lord Voldemort membuat horcrux yang banyak dan menanamkan jiwanya dalam horcrux-horcrux itu.
Aku juga demikian. Aku ingin orang-orang menemukan jiwaku dalam setiap blogku. Aku ingin menjadi orang yang produktif dalam bidang tulis-menulis. Aku ingin terus belajar menulis hingga akhirnya aku dapat menghasilkan tulisan yang bermutu.


5 April 2010 (2)
Menurutku, di dunia ini, Allah menciptakan manusia dengan kondisi yang beranekaragam. Namun esensinya hanya ada dua jenis manusia. Yang pertama adalah manusia yang bersyukur, sedangkan yang kedua adalah manusia yang kufur.
Manusia yang bersyukur, akan melihat bahwa dirinya sempurna. Lingkungannya sempurna. Dunianya sempurna. Walaupun wajahnya tidak cantik, tidak tampan, dan hartanya pas-pasan, ahli syukur ini akan menyadari potensi lain dirinya yang dapat dikembangkan terus-menerus, yaitu potensi akal pikiran. Seperti yang pernah dikatakan oleh dosenku, tidak ada manusia yang terlahir bodoh. Setiap orang terlahir dengan kecerdasannya dan kepintarannya masing-masing.
Jika kita terlahir cacat pun, pasti tetap saja ada hal yang dapat kita syukuri. Akan selalu ada hal yang dapat kita lakukan. Jika kita tidak punya tangan, kita dapat membantu orang berjalan dengan kaki kita. Jika kita tidak punya kaki, kita dapat membantu orang memahami dunia dengan tulisan-tulisan kita. Jika kita tidak punya mata, telah ada aksara Braille yang dapat menghubungkan kita dengan ilmu pengetahuan. Atau dengan mengandalkan pendengaran sebagai indera utama kita. Jika kita tidak punya mulut, kita masih memiliki mata untuk melihat kebesaran Allah dan tangan untuk menyuarakan isi pikiran kita.
Banyak orang cacat namun kesuksesannya melebihi orang-orang dengan fisik sempurna kebanyakan. Sebut saja Stephen Hawking. Di atas kursi roda dia menemukan beragam rumus fisika yang tidak terlintas di benak fisikawan lainnya. Komposer dunia, Beethoven, menciptakan simfoni yang begitu indah padahal dia tuli.
Dan jika kita tidak memiliki semua? Tangan, kaki, dll. Percayalah, Allah memberi cobaan hamba sesuai dengan kadar kekuatan hamba tersebut. Jadi jangan khawatir. Kuatlah, karena Allah tahu kita mampu menghadapinya. Kita masih memiliki ekspresi wajah berupa senyuman untuk kebahagiaan dan rasa syukur, serta air mata untuk duka cita.
Apalagi jika masalah kita hanyalah materi, tenanglah, materi dapat dicari. Bukankah Allah telah memporsikan setiap orang rejekinya masing-masing? Bukankah Allah selalu mengabulkan permohonan hamba-Nya jika ia berdoa dan berusaha dengan sungguh-sungguh?
Pantaskah kita masih merasa kekurangan jika apa yang kita miliki telah sempurna, telah lengkap? Telah ada dua tangan, dua kaki, mata, hidung, lidah, telinga. Jika hanya bentuknya yang kurang sempurna lalu kita menghujat dan mengeluh, sungguh kufurlah kita sebagai makhluk.
Bahkan kecantikan dari dalam diri kita akan mengalahkan segenap gemerlap penampilan fisik. Karena penampilan fisik hanyalah semu.


5 April 2010 (3)
Saat ini pukul setengah 9 malam. Aku habis makan, mandi, shalat Isya. Badan capek. Pikiran capek. Perasaan capek.
Aku merasa tidak mengerti diriku. Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya kuinginkan. Aku tidak mengerti siapa aku sebenarnya. Terkadang aku berkata begini, lain waktu, lain pula yang kukatakan.
Cerita hari ini. Aku bertemu dengan orang yang menghancurkan kepercayaanku. Aku merasa malu. Aku terlalu menginginkan pangeran seperti seorang Cinderella. Mereka membuatku merasa bahwa diriku hina. Diriku tak baik buat kalian.
Padahal, aku merasa aku berharga. Aku merasa memiliki potensi. Tapi mungkin potensi-potensi itu belum terlihat. Atau mungkin bukan kalian yang ditakdirkan dapat melihat potensiku. Mungkin bukan kalian yang diciptakan Allah untukku. Mungkin ini pertanda bahwa aku harus lebih lebih lebih bersabar.
Mungkin aku akan benar-benar mendapatkan pangeranku. Tapi entah kapan dan dimana. Yang kubutuhkan saat ini adalah kepercayaan diri dan semangat. Aku akan menunggu.

0 comments:

Post a Comment

Ayoooo. . . . dikomen yaaa .. . . . .

Don't Ever Forget Why You were Born to This World!

Remember Your Creator, Your Majesty, Your Almighty, Your God, ALLAH in every single second you have. .