twitter


Ngenes. Kata pertama yang terbersit dalam pikiranku ketika melihat Pak Ustadz masih duduk sendirian pukul delapan malam tadi.
Gimana enggak, seharusnya jam 7.45 lah padepokan malam ini dimulai. Tapi hingga 15 menit aku sengaja datang telat pun, aku tetap jadi peserta pertama yang datang.
Sebegitu acuhnya kami, para koas terhadap hal2 berbau keislaman, padahal basicnya adalah kampus islami.
Entahlah.
Anyway, aku punya statement bagus nih. Bahwasanya gak ada hubungan yang berhasil jika kita tetap mempertahankan 100% standar kita. Harus ada yang mengalah, memaklumi. Yang harus melakukan itu tentu kedua belah pihak, bukan hanya salah satunya.

0 comments:

Post a Comment

Ayoooo. . . . dikomen yaaa .. . . . .

Don't Ever Forget Why You were Born to This World!

Remember Your Creator, Your Majesty, Your Almighty, Your God, ALLAH in every single second you have. .