twitter


Ketika hidupmu tampaknya berakhir. Yah, kondisi ini sering kubayangkan terjadi pada beberapa pasien yang kujumpai. Sedih. Misalnya yang tadi pagi kutemui, sebut saja Nn. L, masih muda sekali. Usianya baru 24 tahun. Menikah saja belum. Tinggi badannya sepuluh cm lebih pendek dari aku, namun parasnya cantik. Badannya langsing, dengan rambut yang lurus.
Ketika hidupmu tampaknya berakhir. Begitulah kondisi yang dialami mbak ini, menurutku. Ia didiagnosis kanker nasofaring dan kanker tonsil di usia semuda ini. Kebayang gak sih gimana setelahnya? Aku jadi sedih. Tentu ia akan sibuk mencari pengobatan. Ia akan disibukkan dengan sakit fisiknya, bahkan psikisnya jika ia mulai merasa sedih dan putus asa.
Tapi ada celah yang luput dari perhatianku. Bisa saja justru hidup mbak ini baru saja dimulai. Ketika ia berjuang untuk sembuh. Ketika ia mampu bermanfaat meskipun waktu terasa sempit. Ketika waktunya menjadi sangat berharga untuk disia-siakan. Ketika ia membuat banyak orang mengenangnya, tak hanya membuat kenangan ia sendiri.
Semoga, mbak, semoga. Semoga Tuhan memberikan takdir terbaik untukmu. Semoga dengan sakitmu, engkau menjadi orang yang lebih banyak diampuni dan dikasihi oleh-Nya. Apa pun hasil akhirnya, setiap orang akan mati kan? Semoga engkau diberi kekuatan untuk hidup, pun jika hidupmu berakhir, engkau mati dalam keadaan baik, khusnul khotimah. Aamiiin

0 comments:

Post a Comment

Ayoooo. . . . dikomen yaaa .. . . . .

Don't Ever Forget Why You were Born to This World!

Remember Your Creator, Your Majesty, Your Almighty, Your God, ALLAH in every single second you have. .